Kali ini, saya bakal ngasih 66 pendapat Blak-Blakan versi Axis tapi sesuai dengan pendapat sendiri demi memperbaiki Indonesia tercinta. Cekidot guys.
  1. Basmi setuntas-tuntas nya yang berbuat korupsi.
  2. Turunkan harga BBM, kemahalan jadi nya gak bisa hemat.
  3. Gratisin biaya sekolah, biar yang nggak mampu juga bisa pergi sekolah.
  4. Buat jalan tol biar gak macet, nyesak banget udah.
  5. Jalan yang rusak buruan dibenerin.
  6. Pengemis sebaiknya diberi tempat dan diajari keterampilan.
  7. Setiap fakir miskin, tiap bulannya dikasih makanan gratis.
  8. Pungutan liat, tolong dibasmi juga.
  9. Lampu jangan sering mati, dong.
  10. Perfilm-an Indonesia juga sebaiknya difilter dulu baru ditayangin. Yang berbau porno langsung ditolak.
  11. Siapapun dia, baik pejabat tinggi atau rendah, bila korupsi tolong hukum secepat mungkin.
  12. Jangan asik bangun kantor besar-besar, tuh jalan dibenerin biar gak macet. Buat mono rail, misalnya.
  13. Saya anti sama tukang parkir yang tidak legal. Asal berdiri langsung minta duit.
  14. Stop mafia hukum.
  15. Stop sogok-menyogok.
  16. Hapuskan skripsi biar kuliah sedikit enteng.
  17. Hormati yang berbeda agama.
  18. Basmi provokator-provokator dunia maya yang hoby memecahkan persaudaraan.
  19. Tingkatkan kecepatan internet.
  20. Tingkatkan ilmu agama di negara biar semua nya tenteram.
  21. Tutup diskotik atau bisnis-bisnis haram seperti itu.
  22. Lindungi TKI dengan segala kemampuan yang ada, sudah cukup korban yang jatuh.
  23. Tingkatkan kualitas iptek biar jangan pada gaptek.
  24. Lindungi tiap-tiap kebebasan dalam suatu provinsi, beri kedamaian.
  25. Yang katanya dari rakyat, oleh rakyat dan untuk rakyat mana? Rakyat justru dikesampingkan.
  26. Stop anak-anak balap liar.
  27. Beri denda untuk kenderaan yang memakai knalpot dengan bunyi besar, sakit kepala saya.
  28. Kasih kebebasan berpendapat.
  29. Stop kasih-kasih janji yang gak mungkin ditepati, rakyat bukan untuk ditipu.
  30. Kita punya budaya banyak, lestarikan biar Indonesia terkenal sampai pelosok dunia.
  31. Kita jangan hanya bisa membeli, sekali-sekali kita harus bisa mengolah dari sumber daya yang kita punya, lalu kita jual.
  32. Hargai setiap hak cipta, jangan membajak.
  33. Junjung tinggi keadilan, jangan hanya membela yang kuat tapi menelantarkan yang lemah.
  34. Jangan telantarkan anak-anak kurang mampu, mereka juga butuh perhatian.
  35. Jangan ada lagi pengemis, beri mereka tempat yang layak untuk tinggal.
  36. Perbanyak lapangan kerja, pengangguran sudah menumpuk sekali.
  37. Beri jaminan bagi setiap sarjana, begitu tamat kuliah langsung dapat kerja.
  38. Perbanyak beasiswa untuk anak-anak yang kurang mampu yang punya potensi dalam pendidikan.
  39. Denda anak-anak sekolah yang keluyuran lagi jam belajar.
  40. Denda orang-orang yang melanggar lalu lintas yang suka hati main nyosor lampu merah.
  41. Razia jangan hanya dilakukan pas hari-hari tertentu saja, tapi lakukan selalu, biar pengendara dan segala macam taat peraturan.
  42. Peraturan jangan hanya berlaku untuk si miskin, tapi si kaya bisa enak-enakan.
  43. Bebas beragama bukan berarti membebaskan semua suka-suka.
  44. Turunkan harga semua rempah-rempah, biar semua juga bisa menikmati makanan enak.
  45. Biar kriminalitas tidak merajalela, si pelaku dibuat jera. Biar takut untuk mengulang kesalahan lagi.
  46. Pencurian di mana-mana, pemerkosaan, pembunuhan, hampir tiap hari. Ini memalukan, kecam mereka yang melakukan kriminal.
  47. Lebih mengedepankan rakyat daripada saudara dan sanak famili.
  48. Kabinet nya juga dilantik yang emang pantas-pantas saja. Jangan nanti kabinet bagian informatika eh gak tahu penggunanaan internet itu seperti apa.
  49. CCTV-an semua tempat biar mudah melacak jika ada kejahatan.
  50. Hapuskan pemukulan oleh guru di sekolah-sekolah.
  51. Tanamkan sikap cinta akan negeri pada setiap warga, ya dengan mengurangi beban rakyat maka rakyat akan membela negara.
  52. Perjudian dan apapun yang bernuansa seperti itu, cambuk.
  53. Hukum jangan hanya jadi lukisan, negara harus mampu menegakkan baru semua nya jalan.
  54. Kesadaran akan hukum jangan cuma di dalam UUD, do it.
  55. Hentikan perang antar agama, agama itu terlalu suci untuk dijadikan bahan peperangan.
  56. Hormati, hargai dan saling menolong perlu peningkatan juga demi ketentraman.
  57. Turunkan pajak. Jangan mahal pajak daripada pasak.
  58. Setarakan semua ekonomi masyarakat, bisa?
  59. Yang mengatasnamakan pihak-pihak tertentu lalu melakukan pungli harap dicegah.
  60. Hukum akan berjalan semestinya bila yang buat hukum juga mengikutinya.
  61. Kasus pemerintahan jangan dibuat bertele-tele. Tuntaskan segera.
  62. Bangunkan lembaga pendidikan yang banyak, biar generasi selanjutnya pintar-pintar.
  63. Yang benar jangan disalahkan, dan yang salah jangan dibenarkan. Hukum tetap hukum, singkirkan nepotisme!
  64. Persatuan Indonesia jangan hanya ada pada Pancasila, buktikan. Cukup banyak sudah kekerasan yang terjadi antar beda suku.
  65. Rakyat juga seharusnya setara dengan kepala negara. Bisa saling berdiskusi untuk kemajuan bangsa.
  66. Yang penting adalah keadilan, untuk seluruh Indonesia, jangan memilah-milih propinsi mana yang ingin dimajukan dan tidak dimajukan, samakan semua.

Rabu, 04 Mei 2016

Hari Kartini

Hari Kartini Cerita Motivasi dan Inspirasi Nomor 1

Pagi ini wanita tua itu kembali menarik gerobak sampah. Jalannya agak terpincang-pincang, entah karena kakinya sakit atau karena keberatan menarik gerobaknya. Sandal jepit yang mengalasi kakinya, seperti baju kaos dan roknya yang lusuh, sudah tak jelas warna aslinya. Entah karena terlalu lama usianya, atau karena terlalu banyak debu yang bersarang di sana. Karena mungkin berat, jalannya juga cuma nggremet seperti truk gandeng mercy yang kepalanya nonong itu. Pengendara di belakangnya memperlambat laju motornya, memberi kesempatan kendaraan dari lawan arah. Beberapa orang yang memburu waktu, mengantar istrinya berkebaya lengkap hendak upacara di kantor wali kota, mungkin berguman: bikin macet saja!

Karena bertepatan dengan hari peringatan tentang hakekat wanita Indonesia, tadi malam Si Tini, cucunya, iseng-iseng bertanya kepada perempuan itu.

“Tanggal 21 April itu hari apa mbah?”

“Ya, hari Minggu!” jawab Mak Inah dangkal, tanpa mengena pada esensi pertanyaan cucunya. Tini pun tak melanjutkan pertanyaannya. Ia tahu benar, tak ada jawaban yang lebih benar dari pada jawaban neneknya.

Ya, ia benar. Memang tanggal 21 April tahun ini jatuh padahari Minggu. Ia tidak salah sebab ia tidak lagi ingat akan pelajaran sejarah di sekolah dulu. Atau, ia memang tidak mengenal apa itu Hari Kartini, karena ia mungkin saja tidak pernah sekolah. Yang ia ingat hanyalah tugasnya setiap hari, menarik gerobak sampah. Dari unjung ja
... baca selengkapnya di Hari Kartini Cerita Motivasi dan Inspirasi Nomor Satu

Tidak ada komentar:

Posting Komentar